JAKARTA, Balifaktualnews.com – Jagat internet tengah diramaikan oleh kabar kemunculan Tesla Pi Phone, ponsel yang disebut-sebut sebagai inovasi terbaru dari perusahaan milik Elon Musk. Dengan banderol sekitar USD 789 atau sekitar Rp12 juta, perangkat ini diklaim mampu terkoneksi ke internet tanpa kartu SIM, Wi-Fi, atau biaya berlangganan bulanan.
Menurut berbagai unggahan di media sosial, Tesla Pi Phone dikabarkan bisa langsung terhubung ke jaringan satelit Starlink, memungkinkan penggunanya tetap online di lokasi mana pun mulai dari tengah gurun hingga puncak gunung. Tak heran jika rumor ini langsung menarik perhatian warganet di seluruh dunia.
Selain koneksi global, ponsel tersebut juga disebut memiliki sejumlah fitur futuristik, seperti pengisian daya tenaga surya, sinkronisasi dengan chip Neuralink, hingga kemampuan untuk menambang mata uang kripto. Klaim inilah yang memicu rasa penasaran masyarakat tentang sejauh mana kebenaran kabar tersebut.
Di sisi lain, hasil uji teknis terhadap layanan Starlink direct-to-cell menunjukkan kecepatan rata-rata sekitar 4 Mbps di area terbuka. Meski belum sebanding dengan jaringan seluler konvensional, teknologi ini dinilai menjanjikan sebagai solusi bagi wilayah yang sulit menjangkau jaringan darat.
Ekspansi Starlink sendiri terus berkembang. SpaceX disebut telah menjalin kerja sama dengan beberapa operator besar di India, seperti Reliance Jio dan Bharti Airtel, untuk memperluas akses internet satelit. Bahkan sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai menyiapkan regulasi agar layanan tersebut dapat segera beroperasi.
Pertanyaan pun muncul: apakah Tesla benar akan meluncurkan Pi Phone? Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Tesla maupun Elon Musk. Yang jelas, kemajuan teknologi satelit langsung ke ponsel sudah berada di ambang kenyataan dan bisa menjadi lompatan besar dalam dunia komunikasi global.
Meski masih sebatas rumor, fenomena Tesla Pi Phone menunjukkan satu hal: konektivitas impian tanpa batas di seluruh dunia semakin dekat menjadi nyata.(ina/bfn)