Buleleng, BalifactualNews.com – Buleleng Kembali melahirkan Sosok Inspiratif Dari Generasi Muda. Mereka Adalah Putu Cista Pramitha Dewi Dan Ketut Andika Pratama Dwi Payana, Pasangan Jegeg Dan Bagus Buleleng 2025, Program Yang Hadir Dalam Bincang Komunikasi (Bikom) Di Buleleng Dinas Kominfosanti, Pada Kamis (4) di Buleleng.
Keduanya Berbagi Kisa Perjalanan Hingga Dipercaya Menjadi Deta Kebanganan Daerah. BAGI MEREKA, Jegeg Bagus Bukan Sekadar Gelar, Melainkan Ruang Untukur Bergerak, Bersuara, Sekaligus Anggota Manfaat Bagi Masyarakat.
Andika Mengawali Langkahnya Dari Ajang Putra Putri Semansa Sma Negeri 1 Singaraja. Dari Sana, ia Mendapat Mandat untuk Mewakili Sekolak Ke Tingkat Kabupaten. Seleksi Panjang Sejak Desember 2024 Akhirnya Membawanya Ke Panggung Grand Final Pada 22 Maret 2025. “Awalnya Hanya Karena Tanggung Jawab, Tapi Semakin Dijalani SyaKaKan Motivasi. Buleleng 2025, ”Ungkapnya.
Sementara Itu, Cista Yanga Merupakan Siswi Sma Negeri Bali Mandara Ini Lebih Dulu Aktif Di Ajang Duta Anak Buleleng 2024 Hingga Dipercaya Ke Tingkat Provinsi Sebawai Duta Anak Bali Komisi Pendidikan. Pengalaman Advokasi Yang Diperoleh Menjadi Bekal Berharga untuk Melangkah Ke Jegeg Bagus. “Saya Ingin Advokasi Yang Sudah Sua Jalankan Bisa Menjangkau Lebih Banyak Orang.
Meski PenuH Pengalaman, Perjalana Mereka Diwarnai Tantangan. Cista Mengakui Manajemen Waktu Antara Sekolah, Advokasi, Dan Selekssi Merupakan Hal Tersulit. “Untungnya Guru Dan Teman Sekolah Selalu Mendukung,” Ujarnya. Sementara Bagi Andika, Tantangan Terbesar Adalah Menjaga Energi Sekaligus Menghadapi Ekspektasi Tinggi Selama Proses Pemilihan.
BAGI KEDUYA, Jegeg Bagus Buleleng Adalah Wadah Pembelajaran. Mereka Sepakat, Pariwisata Dan Budaya Tidak Bisa Dipisahkan. “Pariwisata Kita Lahir Dari Tradisi. Kalau Ingin Kembangkan Pariwisata, Budaya Haru Diperkuat Dulu,” Sambung Andika.
Program Dalam Perbincangan, Andika Mengungkapkan Yang Diusungnya Di Ajang Jegeg Bagus Bali, Yakni Mitigasi Bencana Secara Struktural. Ia Menggagas Pemasangan Patu Evakuasi, Titik Kumpul, Hingga Papan Informasi di Destinasi Wisata Rawan Bencana Seperti Air Terjun Gitgit Dan Pantai Kerobokan. “Tujunya Agar Wisatawan Tahu apa Yang Haru Dilakukan Ketika Bencana Terjadi. Jadi Wisata di Buleleng Tidak Hanya Indah, Tapi Rona Aman,” Jelasnya.
Program Ini Bahkan Meraih Proyek Sosial Terbaik Di Tingkat Provinsi. Menurut andika, inisiatif Tersebut bisa Diperluas ke destinasi lain di buleleng gangan adigan semerintah dan masyarakat.
Sementara Itu, Cista Fokus Pada Mitigasi Berupa Non-Struktural Edukasi Literasi Bencana Bagi Anak-Anak Dan Remaja. Edukasi ini Dinilai Penting Mengingat Topografi Buleleng Yang Rawan Bencana. “Edukasi Yangadi Kunci Agar Masyarakat Siap Menghadapi Bencana,” Tegasnya.
Selain Mitigasi, Keduanya Rona Menyoroti Isu Lingkungan. Menuru Mereka, Generasi Muda Kini Semakin Dekat Delangan Tren Green Tourism Dan Eco Tourism, Sewingga Kesadaran Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Alam Haru Terus Digencarkan.
Mereka Rua Menilai Budaya Haru Beriiringan Delan Teknologi. Media Mulai Dari Promosi Pariwisata Lewat Sosial Hingga Modernisasi Praktik Budaya, Seperti Penggunaan Qris untuk Dana Punia di Pura. “Budaya Dan Modernisasi Tidak Bisa Bertolak Belakang, Justru Harus Berjalan Beriringan,” Ujar Andika.
Mereka Bertekad Menjadi Deta Yang Mampu Menginspirasi Generasi Muda.
“Kami, Bukan Hanya Duta Pariwisata, TAPI RUGA PELOPOR BAGI GENERASI Muda Buleleng,” tutup Cista. (Tya/bfn)
(Tagstotranslate) Bincang Komunikasi (Bikom) Di Buleleng (T) Pusat Komando Dinas Kominfosanti (T) Jegeg Dan Bagus Buleleng 2025 (T) Ketut Andika Pratama Dwi Payana (T) Putu Cista Pramitha Dewi