KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Warga Banjar Dinas Pauman, Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, digemparkan oleh peristiwa tragis meninggalnya seorang pria yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri, pada Minggu(12/10/2025) pagi. Korban diketahui berinisial IGAAP (33), seorang mantan perawat yang sebelumnya sempat bekerja di RS Bali Med Karangasem.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 Wita oleh Saksi Ni Wayan Ari Martin (33), yang curiga karena sejak pagi korban tidak terlihat beraktivitas. Sekitar pukul 06.00 Wita, Saksi lain, I Ketut Susila, sempat berbincang dengan korban yang saat itu tengah membersihkan pekarangan rumah. Setelah itu, korban berpamitan hendak ke kamar mandi, namun hingga dua jam kemudian tak juga keluar.
Baca Juga : Lapas Karangasem Tegaskan Komitmen Bebas Halinar, Penggeledahan Berbuah Temuan Barang Terlarang
Merasa ada yang tidak beres, Wayan Ari memeriksa ke kamar mandi dan mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi tergantung di ventilasi dinding menggunakan selendang putih sepanjang sekitar satu meter. Saksi kemudian meminta bantuan I Ketut Susila untuk menurunkan korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kelian Banjar, serta pihak Polsek Karangasem.
Baca Juga : Bujukan Pemerintahan Trump Soal Kesepakatan Pendanaan Federal Ditolak MIT
Tak lama berselang, tim Polsek Karangasem bersama petugas medis dari Puskesmas Karangasem II tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Hasil pemeriksaan medis oleh dr. I Gede Satria Anon Udayana, S.Ked., menunjukkan tanda-tanda khas korban akibat meninggal gantung diri, di antaranya pupil mata melebar, persendian kaku, serta bekas jeratan di leher selebar sekitar satu sentimeter.
Kapolsek Karangasem, Kompol I Nyoman Merta Kariana membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca Juga : Sempat Buat Gaduh, Ida Rsi Bujangga Agni Siwa Mundi Akhirnya Buat Pernyataan Minta Maaf
Benar, kami menerima laporan adanya warga yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di Desa Seraya pada Minggu pagi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena depresi, ujar Kompol Merta Kariana.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. “Kami sudah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa Saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa selendang yang digunakan korban. Pihak keluarga menolak melakukan otopsi dan telah membuat pernyataan resmi bahwa mereka mengikhlaskan kematian korban,” jelasnya.
Dari hasil olah TKP diketahui panjang jeratan dari leher ke lantai sekitar 93 sentimeter, sedangkan jarak dari leher ke titik gantung sekitar 18 sentimeter.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Karangasem untuk proses administrasi dan dokumentasi lebih lanjut. (tio/bfn)