Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, SH, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan lokasi pascabencana menjadi prioritas bersama.
“Kami terus berupaya melakukan penanganan pascabencana secara bertahap dan berkelanjutan. Sinergi aparat dan partisipasi sangat berperan penting dalam masyarakat agar kawasan Crystal Bay dapat segera pulih dan kembali mendukung aktivitas wisata,” ujar Kapolsek AKP Ketut Kesuma Jaya.
Banjir kiriman sebelumnya membawa bahan berupa lumpur pekat, pasir halus, batu kecil, hingga mengomel dan kayu dari perbukitan. Material tersebut menumpuk di area parkiran dan masuk ke sejumlah kios warga, yang menghambat aktivitas ekonomi serta menutup sebagian akses jalan menuju pantai.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat manual seperti sekop, cangkul, ember, serta mesin senso untuk memotong mengomel kayu berukuran besar yang terangkut di sekitar parkiran dan depan kios. Warga pemilik kios juga sibuk membersihkan bagian dalam kios, mengeluarkan barang basah, serta membuang lumpur yang menumpuk setebal 5–10 cm.
“Hingga siang hari, sekitar 75% area parkiran sudah dapat digunakan kembali, meski masih terdapat lapisan lumpur tipis di beberapa titik. Sementara itu, sejumlah kios masih menjalani proses pengeringan dan penataan ulang karena endapan lumpur di bagian dalam cukup tebal,” ungkapnya lebih lanjut.
Akses jalan menuju Pantai Crystal Bay juga telah dibersihkan dari lumpur dan material kayu yang sempat menyebabkan kondisi licin dan berbahaya. Untuk sementara, aktivitas wisatawan masih dihentikan sementara demi lancarnya proses pembersihan dan keamanan di lokasi. (Roni/bfn)