BANGLI, Balifaktualnews.com – Suasana Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, tiba-tiba mencekam setelah terjadi bentrokan antarwarga di Banjar Tabu yang menurunkan dua orang. Peristiwa pendarahan ini disebut berawal dari gangguan terkait pengelolaan lahan parkir jeep wisata di kawasan tersebut, pada Minggu (12/10) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 07.30 WITA, pelaku berinisial MK Arta, warga Desa Songan A, berinisiatif membuka area parkir jeep wisata baru di sekitar kawasan wisata Kintamani. Namun, langkah itu mendapat penolakan dari Jero Semadi dan saudaranya, yang menilai jalur jeep tersebut melewati lahan milik keluarga mereka tanpa izin.
Baca Juga : Mantan Perawat di Karangasem Ditemukan Tewas Gantung Diri, Keluarga Tolak Otopsi
Pertikaian yang awalnya hanya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian. Situasi dengan cepat memanas hingga terjadi bentrokan fisik yang menelan jiwa korban. Jero Semadi dan saudaranya dikabarkan mengalami luka parah di bagian perut akibat senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Dari hasil diketahui pemeriksaan medis, Jero Sumadi meninggal akibat luka terbuka di bagian perut dengan usus terurai. Sedangkan I Ketut Kartawa mengalami luka terbuka di kepala bagian depan serta luka parah di lengan bawah kanan yang menyebabkan kematian.
Baca Juga : Ribuan Warga Palestina Pulang ke Gaza, Saksikan Kehancuran dan Kesedihan Disetiap Sudut Kota
Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut segera melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan. Tak lama situasi berselang, pihak Polres Bangli bersama Polsek Kintamani turun ke lokasi untuk pengamanan dan mencegah bentrokan susulan. Kedua jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bangli untuk keperluan visum.
Kapolres Bangli, AKBP James IS Rajagukguk, SIK, MH membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi lengkap dan motif di balik kejadian ini,” ujarnya.
Baca Juga : Menkeu Purbaya Dorong Peningkatan Likuiditas dan Investasi, Ciptakan Ekonomi Tumbuh Lebih Kuat
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian. “Kami mohon warga tetap tenang dan tidak membahas isu-isu yang belum tentu benar. Saat ini, situasi di lokasi sudah kondusif,” tambahnya.
Kasus bentrokan antarwarga di Songan ini menjadi perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tragis tersebut.
Dari hasil diketahui pemeriksaan medis, Jero Sumadi meninggal akibat luka terbuka di bagian perut dengan usus terurai. Sedangkan I Ketut Kartawa mengalami luka terbuka di kepala bagian depan serta luka parah di lengan bawah kanan yang menyebabkan kematian. (kawan/bfn)