Karangasem, balifactualnews.com -SUASANA KOS-KOSAN YANG BIASANYA DIHUNI PELAJAR ATAU PEKERJA LOKAL DI BEBERAPA WILADAH Karangasem Kini Mulai Berbeda. Belakangan, MAKIN BANYAK WARGA NEGARA ASING (WNA) ATAU BULE Yang MEMILIH TERGAL DI KOS-KOSAN SEDERHANA Ketimbang Villa ATAU Homestay. Fenomena ini menimbulkan Rasa canggung Dan Kekhawatiran di tengah masyarakat.
BAGI SEBAGIAN WARGA, KEHADIRAN BULE MEMANG MEMBAWA WARNA TERSENDIRI. Ada yang merasa BANGGA DAERAHYA SEMINTIS DIKENAL WISATAWAN, ADA Pula Yang Justru Merasa dulu. “Kalau Tinggal Di Villa Atau Homestay Resmi Kan Ada Izinnya, Jelas Pengawasanya. Yang Tinggal Di Seputaran Jalan Ahmad Yani, Amlapura.
Keresahan Itu Bukan Tanpa Alasan. Selain Soal Administrasi Kependuduan, Waraga Takut Terjadi Pelanggaran ATuran Keimigrasian. Kehidupan Sosial Pun Ikut Terpengaruh, Apalagi Jika Ada Perbedaan Budaya Yang Menimbulkan Gesekan. “Kami Tidak Anti Bule, Tapi Mereka Baga Haru Tertib, Supaya Sama-sama Nyaman,” Imbuh Waraga Lainnya.
Menanggapi Fenomena ini, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Angkat Bicara. Ia Memastikan Pemerintah Tidak Akan Tinggal Diam. Pihaknya Akan Menggandeng Desa, Kelurahan, Huncga Aparat Terkaitt untuk Melakukan Pendataan Wna Yang Tinggal Di Karangasem.
“Pendataan Akan Segera Dilakukan Untukan KeBeradaan Mereka Jelas. Jangan Sampai Menyalahi Aturan Dan Merugikan Masyarakat,” Tegas Bupati Gus Par, Rabu (1/10/2025).
Menurutnya, Langkah ini Bukan Unkuk membatasi, Melainkan Sebagai Upaya Menjaga Kenyamanan Bersama. “Karangasem Terbuka Bagi Siapa Pun Yang Datas, Tapi Semua Haru Taat Aturan. Gangan Begitu, Kita Bisa Hidup Berdampingan Tanpa Rasa Curiga,” Tambahnya.
Kini, Waraga Karangasem Menaruh Harapan Besar Padi Pemerintah Agar Pengawasan Benar-Benar Berjalan. Mereka Ingin Kehidupan Sehari-Hari Tetap Tentram, Tanpa Rasa Khawatir Akan Kehadiran Pendatang Asing Yang Tidak Jelas Statusnya. Sebab BAGI WARGA, RUMAH DAN KAMPUNG HALAMAN BUKAN HERYA TEMPAT TERGAL, TETAPI Ruang AMAN YANG HARUS TETAP DIJAGA. (tio/bfn)
(tagstotranslate) #karangasem