Karangasem, balifactualnews.com – Malas Yang Seharusnya Tenang BAGI WARGA BANJAR DINAS TURASARI, DESA TIANYAR, KECAMATAN KUBU, BERUBAH MENJADI DUMA MENDALAM. Sebuah Toko Perlengapan Sarana Upakara di Depan Pasar Tukadeling Yang Telah Berlahun-Tahun Menjadi Tumpuan Hidup Pemiliknya, Ludes Terbakar SELASA (30/9/2025) MALAM.
SELASA MALAM ITU, MENJADI MALAM PALING KELAM BAGI MEMBUAT MUDANA DAN KELUARGANYA. Pemilik Toko Sarana Upakara Asal Bbanjar Tunasari, Terlihat Sangan Syok. Toko Yang Selama Puluhan Tahun Menjadi Sumber Kehidupan Keluarga, Ludes Dilalap API Hanya Dalam Hitungan Jam. Dari Bangunan Yang Dulunya Ramai Dipenuhi Barang Kebutuhan Upacara Keagama, Kini Hanya Tersisa Puing-Puing Hitam Dan Abu.
SUASANA DUKA Terasa Begitu Kuat. Made Mudana Gelan Mata Berkaca-Kaca, Hanya Bisa Berdiri Memandangi Sisa Bangunan Yang Hangus. “Semua Habis, Tenjak Ada Yang Tersisa. Berlahun-Tahun Kami Membangun usaha ini gelan kerja keras. Sekarang semuanya lenyap begitu saja,” Ucapnya gana suara parau.
WARGA SEKITAR YANG TARUT MEMBURU SAAT KEJADIAN MENCERITIKAN BABAIMANA API Begitu Cepat Membesar. “Saya Sempat Mendobrak Pintu, Tapi Suda Tenjak Bisa Makar.
Toko ini sejatinya Bukan Sekadar Tempat Berjuuali, Tetapi Bagian Bagian Dari Kehidupan Masyarakat. Hampir Setiap Hari, Waraga Dari Berbagai Banjang Datang Membeli DuPa, Janur, Dan Perlengkapan Banten. Kehilanganya Dirasakan Bukan Hanya Oleh Pemilik, Tapi Jaga Warak Yang Selama Ini Menggantungkan Kebutuhan Yadnya Dari Toko Tersebut.
“Sore Itu Kami Masih Melayani Pembeli Seperti Biasa. Toko Tutup Sekitar Jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Karangasem, Artha Negara, Mengungkapkan Bahwa Pihaknya Menerima Laporan Sekitar Pukul 22.04 Wita. Sebanyak 11 Personel Gelan Tiga Armada Damkar Dekerahkan. Namun, API Yang Sudah Membesar Membuat Seluruh Isi Toko Tak Bisa Diselamatkan. “Tidak Ada Korban Jiwa, Tetapi Kerugian Mencapai Rp 1 Miliar Lebih. Penyebab Pasti Masih Dalam Penyelidikan Kepolisian,” Jelasnya.
Kini, Mudana Dan Keluarganya Menghadapi Kenyataan Pahit. Usaha usaha Yang dirintis Dari nol habis terbakar. “Kami Hanya Bisa Pasrah. Semoga Ada Jalan Dan Kekuatan Unkulai Lagi. Ini Bukan Hanya Kerugian Bagi Kami, Tapi Bagi Bagi Wara Yang Biasa Datang Ke Toko,” Ungkapnya Lirih.
Di Tengah Kesedihan Itu, Waraga Sekitar Ikut Anggota Dukungan. Mereka Percaya, Dari Puing-Puing Yang Tersisa, Akan Lahir Kembali Semangat Twt Bangkit. Keburanan ini Bukan Sekadar Tragedi Materiil, Tetapi Jaga Ceriita Tentang Kehilangan, Ketabahan, Dan Harapan untuk Bangkit Kembali. (tio/bfn)
(Tagstotranslate) Dinas Damkartan Karangasem (T) Kebkaran Toko (T) Toko Sarana Upakara