KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menyusun rencana pembangunan pelabuhan baru di kawasan Amed. Proyek ini digadang-gadang menjadi bagian penting dari konsep “Segitiga Emas Pariwisata Bali”, yang akan menghubungkan tiga kawasan wisata unggulan: Amed di Karangasem, Sanur di Denpasar, dan Nusa Penida di Klungkung, hingga ke Gili Trawangan di NTB.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan proyek strategis yang kini tengah digodok oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tujuannya, untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh antara Bali Selatan dan Bali Timur.
“Selama ini, perjalanan dari Sanur Karangasem bisa memakan waktu dua hingga tiga jam. Dengan adanya pelabuhan di Amed, akses akan jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Pandu. Jumat (7/11).
Menurutnya, kehadiran pelabuhan Amed akan menjadi simpul penting bagi konektivitas lintas wilayah. Selain membuka jalur laut langsung antara Karangasem dan Nusa Penida, dermaga tersebut juga akan menghubungkan destinasi wisata di Denpasar hingga ke Lombok bagian barat.
“Pelabuhan ini bukan sekedar infrastruktur, tapi penggerak baru transformasi pariwisata Karangasem. Akses yang lebih cepat berarti perputaran ekonomi yang lebih besar, baik bagi pelaku wisata maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pandu optimistis, kawasan Amed yang selama ini dikenal dengan pesona bawah lautnya akan semakin dikenal sebagai gerbang utama menuju pariwisata Bali bagian timur. Ia menilai, lokasi yang strategis dan panorama alam yang masih alami menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan kawasan pesisir lainnya.
“Perencanaannya sudah disiapkan dengan matang oleh pemerintah provinsi. Lokasi di Amed sangat potensial dan prospeknya luar biasa. Kami berharap proyek ini segera terealisasi, agar pariwisata Karangasem benar-benar bangkit dan menggeliat,” tutupnya. (tio/bfn)